mengunjungi perpustakaan dari rumah

Digital library biasa disebut juga perpustakaan maya, pengelolaan, serta penyediaan akses informasinya dilakukan lewat internet.

Digital Library menyediakan informasi bahan pustaka dalam bentuk data elektronik. Dimana data-datanya sudah dirubah formatnya ke dalam bentuk digital sehingga dapat diakses lewat internet.

Jika dalm perpustakaan konvensional bahan-bahan pustaka tersimpan dalam rak-rak penyimpanan, tersedia meja, laci katalog, ada ruangan baca dan lain-lain. Maka dalam digital library komponen tersebut tetap ada tetapi dala bentuk maya.

Layaknya perpustakaan konvensional, pengunjung web dari digital library disebut user. Biasanya user harus melalui semacam user interface ( jembatan antara user dengan sistem digital library ). Setelah masuk dengan password barulah user dapat melihat koleksi perpustakaan.

Kekurangan digital ribrary biasanya berkaitan dengan hak cipta. Mudahnya mengakses format digital, sering kali melanggar hak cipta.karena diperlukan perlindungan hukum terhadap tekhnologi ini.

Salah satu contoh digital library yang cukup maju adalah Michigan electronik Library ( MeL), Michigan USA yang dikelola pemerintah setempat. Perpustakaan ini terbuka 24 jam bagi warga Michigan untuk diakses dari rumah. MeL berisikan majalah, koran, jurnal, artikel, buku dan website.

Akses informasinya terbuka, bahkan jika dibutuhkan bisa mencari data ke perpustakaan di negara bagian lain lewat internet. MeL sendiri bekerja sama dengan sekolah, peerpustakaan umum, perpustakaan rumah sakit, hingga perpustakaan universitas.

Indonesia juga merintis terbentuknya digital library. Namun sampai saat ini baru dirintis di lingkungan tertentu saja, seperti instansi pemerintahan dan universitas. Penggunaanya baru sebatas lingkungan tersebut, contohnya Gunadarma Digital Library, di lingkungan Universitas Gunadarma, Depok.

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.